Lokasi: Home Adiwiyata

SMK Negeri 12 Malang

Adiwiyata

Budidaya Jamur

E-mail Cetak PDF

Budidaya Jamur

Budidaya Jamur merupakan salah satu budidaya yang tidak mengenal musim dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Jenis-jenis jamur  yang  umum dibudidayakan ialah Jamur merang (VolvariellaVolvaceae) , Jamur tiram (PleurotusOstreatus) , Jamur kuping (AuriculariaPolytricha) , Jamur payung (LentinusEdodes) dan Jamur kancing (Agaricus Sp). Media untuk pertumbuhan jamur dapat menggunakan limbah yaitu limbah pertanian (MerangdanDaunpisang) dan limbah industry (SerbukGergaji) Jamur terdiri dari bermacam-macam jenis, Ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan bagi kehidupan manusia. Jamur yang merugikan bagi kehidupan manusia. Jamur yang merugikan antara lain karena bersifat Pathogen yaitu dapat menyebabkan penyakit pada manusia,hewan,maupun tumbuhan.

Terakhir Diupdate ( Senin, 01 Mei 2017 07:55 ) Selanjutnya...
 

DAUR ULANG KERTAS di SMKN 12 MALANG

E-mail Cetak PDF

Kertas merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam kegiatan sehari-hari, sehingga pemakaian kertas setiap harinya berjumlah sangat besar. Begitu pula di SMKN 12 Malang, pemakaian kertas terebut seperti bekas pembungkus makanan, buku, fotokopi surat-surat absensi siswa dan surat lainnya. Ternyata limbah dari kertas tersebut menimbulkan masalah lingkungan yang besar. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak dari limbah kertas, SMKN 12 Malang membentuk pokja “ DAUR ULANG SAMPAH KERTAS “ yang kegiatan utamanya mengolah sampah kertas menjadi kertas kembali. Kegiatan lain dari pokja tersebut yaitu membuat kerajinan dari sampah kertas.

Terakhir Diupdate ( Senin, 01 Mei 2017 07:56 ) Selanjutnya...
 

BUDIDAYA CACING

E-mail Cetak PDF

Di SMKN 12 MALANG mempunyai beberapa pokja untuk menerapkan program adiwiyata . Salah Satu diantaranya adalah pokja budidaya cacing tanah spesies lumbricus rubellus adalah jenis cacing yang sangat potensial untuk dibudidayakan . Karena , jenis cacing ini mempunyai siklus pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis cacing lainnya . Bukan hanya itu , cacing tanah ini juga tergolong mudah pemeliharaan dan perawatannya . Karena bias dikembangkan dimedia limbah organik .

Terakhir Diupdate ( Senin, 01 Mei 2017 07:57 ) Selanjutnya...
 

BIOPORI

E-mail Cetak PDF

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-ansi-language:IN;}

1. Pengertian Biopori ( Lubang Resapan )
adalah Lubang silindris yang dibuatsecara vertikal kedalam tanah sebagai metode resapan air yang ditunjukkan untuk mengatasigenangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menumbunya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos.

Di SMKN 12 Malang sendiri memiliki 110 biopori yang tersebar di berbagai penjuru sekolah. Antara lain di depan ruang TU , disekitar masjid, didepan perpustakaan, disekitar kelas multimedia, dan berbagai tempat lainnya. SMKN12 Malang menciptakan biopori karena banyak sekali pohon yang menghasilkan daun untuk menjadi bahan dari pembuatan biopori tersebut. Kompos hasil dari biopori tersebut dimanfaatkan untuk memupuk tanaman-tanaman disekolah. Jadi pemanfaatan biopori disekolah bisa untuk mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli pupuk dan memanfaatkan sampah-sampah daun kering.

2.Manfaat Biopori

a. Memperluas bidang penyerapan air

b. Penanganan Limbah Organik

c. Meningkatkan Kesehatan

d. Dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca diatmosfer

e. Mengurangi genangan air dan secara tidak langsung dapat mengatasi banjir

f. Memaksimalkan air hujan atau air limbah rumah tangga menjadi air tanah

g. Mencegah erosi tanah dan tanah longsor

h. Meningkatkan peran dan aktivitas fauna tanah

i. Meningkatkan pertumbuhan tanaman disekitar lubang biopori

j. Menambah volume air tanah

Selanjutnya...
 

Memilah sampah dan mengolah sampah

E-mail Cetak PDF

Memilah sampah dan mengolah sampah bisa dilakukan dengan cara yang mudah, bahkan teramat mudah. Kegiatan memilah sampah maupun mengolahnya bisa dilakukan oleh setiap orang. Cukup dengan cara yang sederhana dan mudah, mulai di setiap rumah tangga kita. Meski dengan cara yang sederhana dan mudah, kegiatan memilah sampah mampu memberikan dampak yang besar dalam pengelolaan sampah yang kerap kali terabaikan.

Setiap hari, sampah dihasilkan oleh setiap orang. Berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta dan riset dari Waste4Change, di Jakarta saja dihasilkan 6000 ton sampah perharinya. Jumlah ini setara dengan bobot 25 ekor paus biru, mamalia terbesar yang ada di bumi. Sampah tersebut sebagian besar merupakan sampah organik (54%), dan sisanya adalah sampah kertas (15%), plastik (14%), serta kaca, logam, dan lainnya.

Dari total sampah yang dihasilkan penduduk kota Jakarta tersebut, masih menurut survey Waste4Change, sebanyak 79 persen diantaranya dikirim dan diolah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Sisanya, didaur ulang atau bahkan tidak terangkut atau bahkan dibuang di sungai. Mencemari sungai dan menjadi salah satu penyebab bencana banjir yang rajin menyambangi warga Jakarta. Sampah yang terangkut ke TPA pun sering kali masih mendatangkan berbagai masalah lingkungan lainnya.

Sebenarnya kita dapat berbuat lebih baik dalam menghadapi sampah. Memilah sampah sejak dari rumah tangga dan mengolahnya menjadi lebih bermanfaat. Pilihan untuk memilah sampah ternyata bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana. Anehnya, masih sedikit dari kita yang bersedia melakukannya.

Selanjutnya...
 

SNMPTN 2014

SNMPTN 2014