Lokasi: Home Berita Umum Abbel Anggota Paskibra SMKN 12 Malang Menjadi Paskot 2018

SMK Negeri 12 Malang

Abbel Anggota Paskibra SMKN 12 Malang Menjadi Paskot 2018

E-mail Cetak PDF

 

Abbel Satu-Satunya Anggota Paskibra SMKN 12 Malang yang Menjadi Paskot di Tahun 2018

Kalau tahun lalu, 2017, SMKN 12 Malang mengirimkan 4 orang utusannya menjadi Paskot Kota Malang, ternyata tahun ini hanya Abbel yang lolos seleksi sampai babak akhir. Alhasil hanya Abbel-lah satu-satunya perwakilan SMKN 12 Malang di Paskibra 2018 Tingkat Kota Malang.

Berikut bincang-bincang Tim Jurnalistik Smecatwolasma dengan Abbel.

Muhammad Abbel Donovan Putra Effendy, siswa kelas XI TKR 3 SMKN 12 Malang sang pecinta Paskibra mendapat kesempatan mengikuti seleksi Paskibra Kota Malang beberapa waktu lalu. Abbel merupakan putra kedua dari pasangan Hariadi Effendy dan Rina Rahayu dari 3 bersaudara. Mereka tinggal di Jalan Serut Indah 28 RT 06 RW 07 Banjararum Singosari Kabupaten Malang.

Abbel bercita-cita ingin menjadi anggota TNI.

Sebelum mengikuti seleksi, ia melakukan beberapa persiapan fisik seperti push up, sit up, back up, serta mempelajari pengetahuan umum materi kepaskibraan dan juga persiapan mental.

Adapun pengetahuan dan teknik yang diseleksikan meliputi pengetahuan umum, seperti berita apa  yang ada di televisi pada saat itu, penemu telepon, penemu televisi, penemu lencana kepemimpinan, bapak paskibra pertama, dll.

 

Pada saat mengetahui lolos seleksi pertama Abbel masih biasa saja. Tetapi waktu seleksi kedua, ia lebih bersemangat dan sedikit deg-deg-an. Hingga pada saat seleksi ketiga bukannya senang Abeel malah bergumam "Kok hanya saya yang diterima, terus bagaimana nanti waktu pelatihan gak ada temannya, sedikit kecewa juga," ujarnya.

 

Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 bulan, setiap hari Minggu. Seleksi pertama dilaksanakan pada minggu akhir bulan Februari, seleksi kedua di awal minggu bulan Maret dan seleksi ketiga dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret.

Pembekalan yang ia dapat dari ekskul paskibra sekolahpun sama, yaitu seputar pengetahuan umum tentang paskibra.

"Sakit di paskibra itu wajar, tidak boleh manja tetapi juga tidak boleh terlalu dipaksakan," ujarnya, menjelaskan sedikit pengalamannya selama ini.

Abbel pernah sakit pada saat latihan terakhir yang akan dilaksanakan di balai kota, tidak enak badan dan sedikit pusing, itu yang dirasakan Abbel. Karena sakit itu ia tidak bisa ikut pelatihan selama satu hari.

Adapun kesulitan yang di alaminya pada saat pelatihan yaitu cara menumbuhkan solidaritas dan menyatukan satu angkatan.

Abbel lega bisa melakukan dengan baik selama lima bulan ini hingga sampai saatnya pengibaran dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

Adapun fasilitas yang ia terima dari pelatih dan Pemerintah  Kota Malang, seperti topi, 2 baju untuk latihan, jaket, celana training, atribut seperti garuda, LK, ikat pinggang, kaos kaki, dan juga sepatu.

Dengan mengikuti pelatihan ini ia bisa lebih membentuk jiwa kepemimpinannya, lebih tegas dengan mental yang lebih kuat dan bagus, disiplin serta lebih banyak mendapatkan materi PBB.

"Semoga tahun 2019 lebih maju, lebih baik lagi dan ditingkatkan lagi prestasinya. Semoga tahun depan paskot dari sekolah kita jumlahnya nambah." harapan Abbel untuk paskibra SMKN 12 MALANG.

By:diansabilatimjurnalissmechatwolastma

 

 

Menu



SNMPTN 2014

SNMPTN 2014