Obed Ridho Abdillah: Meniti Karier Hingga Kamboja

Obed Ridho Abdillah: Meniti Karier Hingga Kamboja

Jika berbicara tentang SMK, kita pasti sudah paham betul bahwa SMK itu identik dengan pendidikan yang juga berorientasi kerja. Bahkan siswa SMK memang dipersiapkan untuk siap kerja setelah lulus. Namun, di antara kita pasti banyak yang masih meragukannya dengan berbagai pertanyaan, seperti, “Cuma lulusan SMK, mau kerja apa?”

Untuk mengantisipasi pertanyaan yang semacam ini, kita dapat menjawabnya dengan bukti-bukti nyata. Seperti Obed Ridho Abdillah, alumni SMKN 12 Malang yang mendapat peluang kerja di Kamboja. Alumni RPL yang lulus di tahun ajaran 2017/2018 ini mengaku bahwa ia sudah mendapat rekrutmen sejak masih menjalani ujian sekolah. Dalam rekrutmen ini, yang dibutuhkan adalah hasil tes IQ (khususnya di atas 113), berkas-berkas, dan wawancara. Setelah melewati semua tahap rekrutmen, ia pun diterima di PT Vision Abadi.

Setelah dinyatakan lulus seleksi rekrutmen, ia menjalani training selama 9 bulan yang terbagi dalam 2 tahap. Untuk 4 bulan pertama, ia menjalani training di daerah Perumahan Araya. Selama training ini, ia kembali diberi materi dasar. Selanjutnya 5 bulan setelahnya, ia menjalani training di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Masa-masa training ini pun tak serta merta dia jalani begitu saja, karena ia juga dinilai setiap harinya. Selain itu, pada akhir masa training ia menjalani ujian rekrutmen berupa ujian praktik yang mereview semua materi yang pernah diberikan.

Untuk saat ini, Obed memang belum berangkat ke Kamboja. Namun, dalam waktu dekat ia akan segera berangkat sembari mengurus paspor untuk keperluannya ke luar negeri. Selama pengabdiannya di Kamboja nantinya, siswa yang pernah prakerin di PT CMS Soekarno Hatta ini mempunyai sebuah misi, yakni akan mencari ilmu sebanyak-banyaknya sekaligus pengalaman, serta modal. Karena dalam jangka panjang, ia ingin membuka usaha yang dapat membuka peluang kerja bagi orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan dan tentunya kompeten. Cita-cita mulianya ini, tentu tidak akan terwujud dengan sendirinya tanpa adanya kerja keras, tanggung jawab, dan tentunya attitude yang baik, karena kita tahu bahwa DU/DI tidak hanyak membutuhkan orang-orang yang cakap dalam bidang tertentu, namun juga perilaku yang harus dinomorsatukan.

Selama bersekolah di SMKN 12 Malang, Obed juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, khususnya paskibra. Ia juga pernah meraih beberapa prestasi dalam perlombaan paskibra. Di sisi lain, dalam bidang kejuruan, ia juga pernah mengikuti lomba cerdas cermat se-Jawa-Bali bersama dengan kedua temannya, dalam perlombaan ini, mereka berhasil masuk 11 besar.

“Intinya, jika kita ingin menjadi orang besar, orang yang sukses, kita harus memegang tiga prinsip, yakni ibadah, orang tua, dan guru”, tutur Obed. “Karena apa? Sebagai umat beragama, kita harus taat pada ajaran agama kita dengan cara menjalankan semua ibadah yang telah diajarkan. Kedua, jangan sampai kita menyusahkan orang tua, jika kita memang tidak bisa memberi apa-apa secara materi, minimal kita membuat mereka bangga dengan perilaku kita yang baik. Ketiga adalah guru, bagaimanapun juga, guru merupakan orang tua kita di sekolah, kita wajib mematuhi mereka selagi itu masih dalam koridor yang lurus”, lanjutnya.

Peluang kerja selalu terbuka luas bagi kita yang selalu bersungguh-sungguh dalam meraihnya. Kerja di luar negeri pun tak selalu menjadi impian belaka, karena SMK dapat mewujudkan berbagai impian itu dengan cara meyalurkan siswa-siswanya untuk mengikuti rekrutmen di berbagai perusahaan ternama. Jika sudah demikian, masihkah kita menganggap bahwa SDM yang dihasilkan SMK masih rendah?

Sudah ada bukti nyata yang dapat kita teladani napak tilasnya.
Teruslah memupuk bibit-bibit unggul yang nantinya akan tumbuh menjadi generasi yang gemilang!

So, don’t afraid to have high dream!!

By: Sely-Timjurnalistiksmechatwolasma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top