Pentas Kreasi Seni dan Budaya Sesi II SMKN 12 Malang : Dalam Rangka Bulan Bahasa Tahun 2018

Malang,6 Oktober 2018 Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2018, SMKN 12 Malang menggelar berbagai kegitan literasi di antaranya Pentas Kreasi Seni dan Budaya yang diikuti oleh siswa kelas XII.

Untuk sesi ke-2 ini ada 5 kelas yang menjadi penampil.

Penampilan pertama dari kelas XII AK2. Tema yang mereka pilih adalah “Keberagaman Tari Tradisional dan Tari Modern”. Penampilan dari kelas ini dibagi menjadi 6 kelompok yang berbeda. Setiap kelompok memiliki tema yang sama yaitu: Tari Kreasi dari macam-macam daerah, Tari Sajojo, Tari Yamkorambeyamko, Tari Candi Ayu, Tari Medlai Nusantara dan ada Modern Dance.

Kesulitan yang dihadapi adalah saat latihan. Ketika harus menampilkan gerakan tarian tradisional mereka tidak memiliki guru yang melatih. Mereka belajar sendiri. Sedikit demi sedikit mereka menirukan gerakan dari youtube. Walau tidak ada guru, mereka bisa menampilkan yang terbaik. Alhasil penampilan mereka tadi cukup mengesankan!

Pesan dan kesan dari kelas XII AK2 adalah, “Lestarikan Budaya Indonesia karena Melestarikan Itu Sangat Penting!”

Penampilan ke-2 dari kelas XII RPL2.Tema yang mereka pilih adalah, “Drama tentang Kerajaan yang Dipadukan dengan Tarian-Tarian Tradisional”.

Dari kelas ini yang tampil ada 4 kelompok yang berbeda. Setiap kelompok menampilkan pertunjukan yang berbeda, yaitu: Drama, Tari Sajojo ,Tari Sonderan, dan Tari Nusantara.

Semua pertunjukan ini mereka persiapkan secara mandiri, tanpa pelatih. Walau banyak kesulitan yang dihadapi, berkat kerja keras dan tanggung jawab bersama, semua bisa berjalan lancar. Dan pertunjukan mereka sangat memuaskan.

Pesan dan kesan dari kelas XII RPL2 “Melalui kegiatan ini semua anggota kelas bisa lebih kompak. Mudah-mudahan kekompakan ini bisa terus terbangun dalam momen-momen selanjutnya”.

Penampilan ke-3 datang dari kelas XII TKJ2. Mereka menampilkan tari-tarian modern yang dikombinasikan dengan tari tradisional yang diiringi dengan musik perkusi.

Jumlah kelompok penampilan ada 3 yang terdiri kelompok penari tradisional , kelompok penari modern, dan kelompok musik perkusi.

Alasan mereka menampilkan tari-tari tradisional yang dipadukan dengan tari modern adalah karena pada zaman modern ini budaya Indonesia seperti tari-tari tradisional hampir dilupakan oleh generasi muda. Mereka lebih memilih tari-tari modern. Oleh karena itu Kelas XII TKJ2 lebih memilih untuk memadukan antara kedua tarian tersebut.

Pertunjukan mereka bertujuan untuk memberi daya tarik kepada generasi muda agar mempelajari tarian tradisional dalam bentuk yang kekinian/modern.

Di akhir pertunjukan, mereka juga menampilkan lagu-lagu nasional seperti Tanah Airku dan lagu daerah seperti Perahu Layar, Gambang Suling, dan lain- lain. Lagu-lagu tersebut pun tidak hanya dinyanyikan saja tapi juga diiringi dengan musik perkusi.

Kesulitan yang dihadapi oleh kelas ini adalah waktu latian yang relatif singkat kira-kira sekitar 4 hari. Tetapi walaupun mereka mengalami kesulitan tersebut, mereka tetap memelihara rasa kekompakan dan kebersamaan yang baik. Hasilnya, syukur alhamdulillah saat acara berlangsung pun mereka dapat menunjukkan penampilan yang memuaskan.

Pesan dan kesan dari XII TKJ2 adalah “Kita sebagai generasi muda wajib melestarian budaya Indonesia agar tetap lestari dan dihargai di seluruh dunia!”

Generasi muda yang baik adalah generasi muda yang bisa melestarikan budayanya sendiri!

Penampilan ke -4 dari kelas XII RPL1, tema yang mereka pilih adalah “Identitas dan Modernisasi”. Mereka memilih tema ini karena ingin menunjukkan identitas diri yang berbeda tapi dikemas dalam kebersamaan. Kelas ini dibagi menjadi 4 kelompok yang berbeda. Setiap kelompok memiliki tema yang berbeda yaitu ada Dance , Tari Merak, Tari Sajojo, dan Tari Kecak.

Kesulitan yang dihadapi adalah pada saat latihan selalu penuh dengan canda yang akibatnya bisa memperpanjang waktu latihan. Mereka hanya berlatih selama 1 minggu saja.

Pesan dan kesan dari kelas XII RPL 1 adalah cukup puas dengan hasil yang telah ditampilkan, meskipun ada yang tidak sempurna. Bagaimana pun juga ini adalah pengalaman dan kenang-kenangan terbaik, terutama ketika semua anggota kelas harus kompak, taat aturan, dan bertanggung jawab demi menghasilkan penampilan yang maksimal.

Penampilan terakhir dibawakan oleh kelas XII TKR2. Mereka menampilkan drama. Cerita yang diangkat adalah legenda Kerajaan Tumapel .

Seperti yang telah kita ketahui Kerajaan Tumapel adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222.

Mereka memilih menampilkan drama Kerajaan Tumapel karena drama ini sejarah nyata di daerah sendiri.

Bahasa cerita pun sama dengan bahasa sehari-hari. Jadi untuk menghapal dialog tidak terlalu susah.

Waktu latihan mereka sangat pendek, hanya 3 hari. Namun mereka dapat menampilkan drama yang sangat memuaskan sampai-sampai para penonton ikut larut drama tersebut.

Adapun kelompok yang dikeluarkan dalam kelas ini ada dua. Separuh anggota kelas memainkan alat musik perkusi, dan yang separuh lagi berperan menjadi tokoh drama.

Kesan dan pesan dari XII TKR2 adalah “Senang sekali bisa mendapat perhatian dari banyak penonton. Selain itu, dengan pementasan ini, kami bisa mempererat pertemanan dan lebih menghargai antarteman”.

Lestarikan Budaya Indonesia !

Jika bukan kita yang melestarikan ? Siapa lagi ?

Kita sebagai generasi muda wajib melestarikan budaya Indonesia.

Generasi muda yang baik adalah generasi muda yang bisa melestarikan budayanya sendiri!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *