PERINGATAN HARI GURU

PERINGATAN HARI GURU

Ditulis oleh: Siti Amalia Fitriani Kelas XII TKJ-2 dan Lucky Julyanto Rahadian Kelas X AK-4

Pahlawan tanpa Tanda Jasa. Ya, itulah julukan yang pantas bagi guru. “Guru adalah Pahlawan tanpa Tanda Jasa” bukanlah istilah yang berlebihan mengingat perjuangan guru membebaskan rakyat Indonesia dari kebodohan menuju insan yang berilmu dan berakhlak mulia.

Untuk mengenang jasa guru di seluruh dunia, tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Guru Internasional. Setiap negara di dunia juga memperingati hari guru di negaranya masing-masing pada tanggal yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Hari Guru Nasional tahun 2018 mengambil tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21”. Menjelang Hari Guru Nasional tahun ini berbagai cara untuk memperingati hari guru diselenggarakan. Mulai dari memberi hadiah kepada guru seperti buket bunga; atau melayani guru dengan cara memijatnya; sampai memberi persembahan dengan menyanyikan lagu Hymne Guru.

Diselenggarakannya peringatan hari guru tidak sekadar untuk mengingat jasa para guru. Peringatan hari guru nasional merupakan wujud penghargaan dan penghormatan kepada para guru di Indonesia. Untuk itu diharapkan agar setiap orang tidak hanya ikut-ikutan meramaikan setiap tahun saja, namun juga selalu bisa menghargai dan menghormati para guru.

Mengingat guru adalah orangtua kedua kita setelah ayah ibu kita di rumah, maka rasa hormat dan sayang kita kepada guru juga harus sama besar seperti kepada orangtua. Karena tanpa guru kita tidak akan bisa apa-apa. Kita akan menjadi generasi yang buta akan segala hal.

Guru itu bagaikan jendela masa depan bagi kita. Guru yang mengajari kita banyak hal sampai kita bisa menjadi seperti sekarang ini. Mengerti tentang berbagai pelajaran dan informasi dunia serta tidak menjadi generasi yang kurang akan pengetahuan.

Namun, pada era modern ini sopan santun dan rasa hormat murid terhadap guru semakin menipis. Entah siapa yang salah di balik semua ini? Apakah dari siswa itu sendiri? Atau dari pihak guru? Atau bahkan orangtua siswa? Kita tidak bisa menyalahkan tanpa tahu penyebabnya.

Pada zaman ini, guru punya peran besar dalam mendidik dan menciptakan generasi penerus yang baik. Akan tetapi pada era ini, masih ada tenaga pengajar yang memberikan contoh kurang baik kepada para siswanya. Seperti yang sedang viral akhir-akhir ini, yaitu video seorang guru yang bercanda terlalu berlebihan dengan siswanya. Itu adalah salah satu tindakan yang salah sehingga bisa membuat siswa itu merasa bahwa guru adalah temannya sendiri. Maka dari itu, tidak heran jika siswa bisa sewaktu-waktu melunjak atau bahkan tidak mendengarkan nasihat yang diberikan oleh guru.

Selain itu, masih ada guru yang kadang meninggalkan siswa pada jam pelajaran atau jamkos. Terlepas dari berbagai alasan, saat ini beban guru juga tidak hanya mengajar, tetapi memiliki kewajiban-kewajiban lain yang harus ditunaikannya sesuai peraturan pemerintah, misalnya pelatihan, seminar, dan sejenisnya; namun hal itu berdampak buruk pada siswa, seperti timbulnya sikap malas dalam menerima pelajaran karena mereka sudah terbiasa mendapatkan jamkos. Lalu bagaimana mereka bisa menjadi generasi pembangun negeri jika dalam jam pelajaran yang seharusnya belajar, kenyataannya jamkos(?)

Namun, buruknya perkembangan dunia pendidikan tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada guru. Karena siswa juga bisa dikatakan memiliki kesalahan yang cukup besar. Contoh yang sangat kecil saja, masih banyak siswa yang berbicara lebih keras kepada gurunya bahkan berani memotong pembicaraan guru. Atau saat siswa sedang diberi nasihat, masih banyak siswa yang berani menjawab bahkan menentang apa yang dikatakan oleh guru. Masihkah benar adab seperti itu saat kita berkomunikasi dengan guru?

Dengan keadaan yang seperti ini, maka peran orangtua juga sangat dibutuhkan. Bukan karena anaknya sudah disekolahkan orangtua sampai lalai akan tugasnya sebagai orangtua yang sesungguhnya bagi buah hati. Orangtua harus banyak mengambil bagian dalam mendidik karakter dan sifat anak. Alangkah baiknya orangtua juga mendidik anaknya menjadi pribadi yang berkarakter baik, yang memiliki sopan santun serta rasa hormat yang tinggi kepada orang yang lebih tua. Jika orangtua hanya mengandalkan guru maka tidak akan terjadi keselarasan dalam mendidik anak. Karena pada dasarnya orangtua di rumah juga sebagai guru dalam kehidupan anaknya.

Dengan demikian, peran orangtua dan guru sangat penting bagi kemajuan generasi muda di negeri ini. Namun jika hanya orangtua dan guru maka tujuan tersebut tidak akan tercapai. Kita juga memerlukan partisipasi dari anak itu sendiri. Sebagai seorang anak harus memiliki kesadaran untuk bersikap baik dan menghormati orang yang lebih tua agar kelak bisa menjadi generasi muda yang dapat membawa perubahan untuk negeri tercinta.

Selamat Hari Guru! Semoga Bapak/Ibu Guru senantiasa tak pernah lelah untuk selalu menjadi pelita dalam segala langkah perjalanan hidup kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top