PERINGATAN ISRA MIRAJ DI SMKN 12 MALANG

PERINGATAN ISRA MIRAJ DI SMKN 12 MALANG

Diperingati setiap tahun, masih banyak yang belum mengetahui arti Isra Miraj sebenarnya

ISRA MIRAJ adalah sebuah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa inilah Rasulullah mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat pada surah ke-17 di Alquran, yaitu Surah Al-Isra.

ISRA MIRAJ terjadi pada tanggal 27 Rojab yang tahun ini bertepatan dengan tanggal 3 April 2019.

Pada kesempatan kali ini SMKN 12 Malang juga memperingati Isra Miraj yang diselenggarakan pada tanggal 5 April 2019.

Kegiatan ini pun makin meriah saat tim hadrah dari Majelis Ulul Albab, Ekskul BDI (Badan Dakwah Islam) SMKN 12 Malang) ikut memeriahkan acara tersebut dengan bacaan solawat diba dan beberapa lagu solawat lainya.

Tak kalah menarik, dalam kegiatan kali ini yang menjadi penceramah pada acara Maulidotul Hasannah adalah Ustad Fauzi yang dulu pernah menjadi staf pengajar di SMKN 12 Malang. Ceramah beliau tampak sangat komunikatif dengan diiringi cerita-cerita nostalgia selama beliau di SMKN 12 Malang.

Tujuan Isra dan Miraj

Tujuan dan hikmah sebenarnya dari Isra dan Miraj adalah untuk memuliakan Rasulullah SAW dan untuk memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Isra’ ayat 1: لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنا  (Agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami). Selain itu, Isra dan Miraj juga ditujukan untuk mengagungkan derajat Nabi Muhammad SAW serta sebagai penguat hati beliau dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang dilontarkan orang-orang kafir Quraisy, terlebih setelah ditinggal mati oleh paman beliau Abu Thalib dan isteri beliau Khadijah.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan, sebagaimana ditetapkan para ulama ahlussunnah, bahwa tujuan dari Isra dan Miraj bukanlah untuk menemui Allah. Barangsiapa yang berkeyakinan seperti ini maka ia telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Allah berfirman:

فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Maknanya: “Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari alam semesta”. Q. S. Ali Imran: 97.

Allah tidak boleh disifati dengan sifat-sifat makhluk. Tidak boleh dikatakan bagi-Nya di atas, di bawah, di depan, di belakang atau di semua arah.  Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

Maknanya: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah baik dari satu segi maupun semua segi”. Q. S. as-Syura [42]: 11. Wahyu yang diterima Rasulullah Saat Miraj.

Ketika Nabi berada di atas Sidrat al-Muntaha beliau mendengar kalam Allah yang dzati azali dan abadi, bukan berupa bahasa, huruf, dan suara. Allah membuka hijab dari Rasulullah; Allah memperdengarkan kalam-Nya pada saat Rasulullah berada di suatu tempat di atas Sidratul Muntaha; suatu tempat yang tidak pernah dikotori dengan perbuatan maksiat dan bukan tempat di mana Allah berada seperti dugaan sebagian orang, sebab Allah ada tanpa tempat.

Di antara wahyu yang beliau terima ketika itu adalah:
1.Kewajiban sholat 50 kali dalam sehari semalam bagi umatnya. Kemudian terjadilah dialog dengan Nabi Musa yang menganjurkan agar Nabi meminta keringanan kepada Allah dan akhirnya diwajibkan bagi ummat Islam hanya lima kali sholat dalam sehari semalam, namun nilai sekali sholat tersebut sebanding dengan sepuluh kali sholat sehingga lima kali sholat sebanding dengan lima puluh kali sholat.
2. Bahwa Allah akan mengampuni dosa besar yang dilakukan oleh ummat Muhammad yaitu bagi orang-orang yang dikehendaki oleh Allah. Sedangkan orag kafir, tidak akan pernah diampuni oleh Allah
3. Barang siapa yang beramal kebaikan maka dicatat untuknya 10 kebaikan dan barang siapa berniat melakukan kebaikan maka dicatat untuknya satu buah kebaikan, meskipun belum dilakukan. Dan apabila seseorang berniat melakukan keburukan dan kemudian melakukannya maka dicatat satu keburukan untuknya.

Hikmah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Para ulama menyebutkan ada beberapa hikmah terjadinya peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, yaitu:
1. Setelah cobaan datang silih berganti, bahkan Rasulullah mengalami tahun duka cita, Allah memberinya tasliyah (hiburan) dengan Isra Miraj ini.
2. Rasulullah memilih susu untuk beliau minum sebelum Miraj lalu Jibril memujinya. Ini menguatkan bahwa Islam adalah agama fitrah dan kesucian.
3. Salat Rasulullah bersama para Nabi di Baitul Maqdis menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para Nabi.
4. Sesungguhnya Masjid Al Aqsha memiliki kaitan erat dengan Masjidil Haram. Masjid Al Aqsha merupakan tempat Isra Rasulullah dan kiblat pertama umat Islam. Karenanya umat Islam harus mencintai Masjid Al Aqsha dan mempertahankannya dari segala upaya penjajah Yahudi yang hendak mencaplok dan merobohkannya.
5. Urgensi salat dan kedudukannya yang agung. Jika perintah lain cukup dengan wahyu melalui Malaikat Jibril, perintah salat langsung diturunkan Allah kepada Rasulullah tanpa perantara Jibril. Salat ini pula yang menjadi inti tasliyah (hiburan) bagi hambaNya.
6. Rasulullah hendak mencapai fase baru yakni hijrah dan mendirikan negara Islam di Madinah. Maka Allah memurnikan barisan dakwah dengan Isra Miraj. Orang-orang yang tidak kuat aqidahnya dan mudah goyang keyakinannya, mereka murtad setelah diberitahu tentang Isra Miraj. Adapun yang imannya kuat, mereka justru semakin kuat imannya.
7. Keberanian Rasulullah sangat tinggi dalam berdakwah dengan menyampaikan Isra Miraj kepada mereka. Meskipun mereka tidak akan percaya bahkan mencemooh dan mengolok-olok, Rasulullah tetap menyampaikan. Beliau bahkan memberikan bukti-bukti empiris kepada kafir Quraisy meskipun mereka justru menuduh beliau sebagai tukang sihir.
8. Keimanan umat yang paling sempurna adalah imannya Abu Bakar. Ketika orang-orang kafir Quraisy mengabarkan bahwa Muhammad mengatakan telah Isra Miraj, beliau langsung mempercayainya. “Jika yang mengatakan Rasulullah, aku percaya,” demikian logika keimanan Abu Bakar sehingga beliau mendapat gelar Ash Shiddiq.
9. Rasulullah menyampaikan bahaya penyakit masyarakat yang dilihatnya. Beliau diperlihatkan bagaimana siksa untuk orang yang suka ghibah, orang yang berzina, orang yang makan harta anak yatim, dan lain-lain.
10. Para sahabat menjadi perhatian terhadap Masjid Al Aqsha yang saat itu berada dalam kekuasaan Romawi. Kelak di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsha bisa dibebaskan.

Alhamdulillah sebab Rahmat Allah SWT dan juga kerjasama Tim BDI SMKN 12 Malang acara ini pun berjalan dengan lancar dan sukses.

By: RonyBachtiar-Timjurnalistiksmechatwolasma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *