MALANG — Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Negeri 12 Malang tahun ini nggak cuma berisi pembacaan Maulid Diba’ dan ceramah. Para siswa diajak melihat kembali perilaku sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bentuk “jahiliah modern”, mulai dari judi online, penyalahgunaan minuman keras, sampai cara menggunakan HP.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M berlangsung pukul 07.00–11.00 WIB dan dibuka oleh Kepala SMK Negeri 12 Malang, Joko Santoso, S.Pd., M.T.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Revano Ayassi Khoirulloh, dilanjutkan Maulid Diba’, penyambutan oleh Aisyah Davina Adya Maharani, serta Mauidhoh Hasanah oleh Drs. H. Solihin, M.Pd. Acara dipandu oleh Alfi Afiyah Ramadhani dan Nadilla Kharisma Putri.
Dalam ceramahnya, Drs. H. Solihin mengingatkan siswa untuk menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak diri dan masa depan. Judi online dan penyalahgunaan minuman keras disebut sebagai contoh perilaku yang perlu dihindari.
Pesan lain yang nggak kalah dekat dengan keseharian siswa adalah soal HP. Teknologi seharusnya dipakai sebagai alat yang bermanfaat, bukan malah membuat penggunanya lupa berdoa, beribadah, atau menjalankan kewajiban kepada Allah SWT.
Intinya, punya HP itu bukan masalah. Yang perlu diperhatikan adalah siapa yang mengendalikan HP: kita atau malah sebaliknya.
Dari Tebak-tebakan sampai Pesan Ceramah
Buat Abdullah Hafidz, siswa kelas XII TKJ 1, bagian paling seru dari kegiatan justru datang dari sesi interaktif.
“Seru sekali. Yang paling membuat acara ini seru adalah sesi bagi hadiah dan tebak-tebakan,” ujar Abdullah.
Sementara itu, Keysha, siswi kelas X DKV, menangkap pesan lain dari kegiatan tersebut. Menurutnya, ceramah yang disampaikan mengingatkan siswa tentang pentingnya keimanan kepada Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang menarik adalah pesan tentang betapa pentingnya keimanan kepada Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Keysha.
Dari sisi panitia, Ovelia atau Ove menilai kegiatan secara keseluruhan berjalan lancar, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi.
“Sebenarnya tidak terlalu banyak, tetapi untuk kejadian tadi bisa dibilang agak molor juga. Yang beberapa peserta itu juga keluyuran di gazebo. Tapi selebihnya dari itu, alhamdulillah acara berjalan lancar,” ujar Ove.
Bagi siswa, Maulid Nabi akhirnya bukan cuma soal datang ke acara, duduk, lalu mendengarkan ceramah. Pesan yang dibawa pulang cukup sederhana: rasa cinta kepada Rasulullah perlu terlihat dalam kebiasaan sehari-hari—menjaga ucapan, menghormati orang tua dan guru, memperbanyak shalawat, dan berusaha meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Karena kalau cuma bilang cinta Rasulullah tapi sikap sehari-hari nggak berubah, berarti pesannya belum benar-benar sampai.





